Postingan

ORANG MUNAFIK DAN FASIK SENANG DENGAN BERAKHIRNYA BULAN RAMADHAN

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata, وأما المنافق والفاسق فهما يفرحان بانتهاء شهر رمضان لينطلقوا إلى شهواتهم وملذاتهم وغفلاتهم، لأنهم كانوا في سجن وفي أسر في شهر رمضان “Adapun orang munafik dan orang fasik, mereka merasa senang dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka bisa memuaskan syahwat, kesenangan, dan kelalaian mereka. Sebab, mereka merasa dipenjara dan menjadi tawanan selama bulan Ramadhan. فلما انتهى ينطلقون إلى غفلتهم وشهوتهم، يسرحون ويمرحون في هذه الحياة إلى أن يأتيهم الموت، إلا من وفقه الله جل وعلا وتاب إلى الله قبل مماته، فإن الله يتوب على من تاب. Jadi, ketika Ramadhan berakhir, mereka segera menuju kelalaian dan syahwat mereka. Mereka bersorak kegirangan di dunia ini hingga kematian mendatangi mereka. Kecuali orang yang diberikan taufik oleh Allah jalla wa 'ala dan bertobat kepada-Nya sebelum mati; Sesungguhnya Allah Maha menerima tobat siapa saja yang bertobat.” 📚 Sumber || http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14075

AMALAN ITU TERGANTUNG PADA AKHIRNYA

✍🏻 Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭﻢ ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ  “Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan jelas akan berlalu. (Sekarang) tidak tersisa kecuali sedikit. Barang siapa di antara kalian telah berbuat baik padanya, hendaklah ia menyempurnakannya. Adapun siapa yang meremehkan, hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan. Amalan itu tergantung akhirnya. Karena itu, carilah kesenangan dari malam-malam yang penuh cahaya dan siang Ramadhan yang masih tersisa. ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan shalih, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maharaja, Yang Maha Mengetahui. Sampaikanlah ucapan perpisahan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan penghormatan dan salam yang paling suci.” 📚 (Lathaif al-Ma’arif 1/209...

MUQADIMAH - PENGANTAR TAUHID

Saudaraku rahimakumullaah, dalam tauhid ada cinta dan pengagungan kepada Allah 'azza wa jalla, dan dalam dosa syirik ada permusuhan dan pelecehan terhadap Allah tabaroka wa ta'ala. Maka tauhid adalah kewajiban teragung dan syirik adalah dosa terbesar. Sahabat yang Mulia Ibnu Mas'ud radhiyallaahu'anhu berkata, سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ “Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam: Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau bersabda: Engkau menjadikan bagi Allah ta’ala suatu tandingan (sekutu) padahal Dia yang menciptakanmu. Aku berkata: Sesungguhnya hal itu benar-benar dosa besar. Kemudian apa lagi? Beliau bersabda: Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan ...